RSS

Thursday, January 31, 2013

2013: A Year of Rectification


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.


1. Rectification by definition means 'the act of offering an improvement to replace a mistake, or to set something right, or to make corrections.'

2. Easier to the tongue and our common use, you may equate rectification with CORRECTION.

3. I see 2013 as a year of rectification because at the age of 23 now, I start feeling old more often and occasionally think of my own mortality. Yet, there are so many wrong deeds I committed in the past. Mistakes and failures- some of them may just take place beyond repair.

4. At times, I think people are constantly be reminded that life is transitory, and that we are fallible and weak, and the fact that our gums sometimes bleed when we brush our teeth, all this should do nothing except make us feel closer to God. We are not going anywhere except that we are returning to Him.

5. We shall meet Him. Whether or not we want to, and whether we want to believe or not to, the meeting is REAL.

6. Ultimately we ask this question. Am I prepared?

7. "The day when neither wealth nor children shall benefit (us)."



8. "Except those who comes to Allah with a SOUND HEART (qalbin saleem)." 
-Surah As-Shu'ara: 89

9. A sound and pure heart will not only be achieved through repentance and forgiveness from Allah SWT. He has made it compulsory to ask forgiveness from our fellow mankind too. 

10. I hope you are kind enough (to forgive), because the word 'mankind' must refer to the fact that man is indeed kind.

11.  Hence this post.

12. Rest assured, insya Allah for as far as I am concerned, whoever you are out there, friends and foes (never really wish to have foes, but just in case) I have forgiven all of you and hope to continuously do so till the day I breathe my last.


13. Revenge and resistance to forgive is not good for my health I believe, because it's like imprisonment, whereby the prisoner is a kind of fire, which is wild, furious and definitely hard to control. It's therefore better to just LET GO.

14. So I am here to apologize. With sincerest apologies.

15. Before I do so, (felt like I already did hehe) let me point out three funny yet weird things we may think about forgiveness.

16. First, forgiveness is only offered, made and asked for during Hari Raya Aidilfitri.

17. Maaf Zahir Batin.

18. Not quite right. We ask forgiveness from Allah SWT (even beloved Muhammad SAW did) everyday. The same goes to forgiveness among us men and women alike. Says Muhammad SAW, those who do not love, will not be loved.

19. Let's love to forgive.

20. Secondly, forgiveness is a symbol of defeat. Boo!

21. It definitely is not true. At all.

22. The true yet strongest enemy of us is our self. Our anger, greed and ego.

23. If we forgive, we have won over this enemy. Effectively, one who forgives is a true warrior indeed. It's a victory, not a defeat.

24. Lastly and this is most important to me. Forgiveness is not only made because we feel that death is near! The same goes to apologies. 

25. Though in reality, who on earth can run away from death? In fact, every breath we take takes us closer to death. 

26. So please throw away such a mindset. I don't plan to forgive or apologize now because I want to tell you that I am going to die soon. But I never deny that it may happen. To me and even everyone of you. 

27. That's the nature of death- it doesn't care how old or how young you are. There is no break when death comes, even while you are munching your Kit Kat chocolate bar.
28. Now let's begin the apologizethon (a marathon of apologies)! Warning: Please don't use this word elsewhere. Apologizethon is not to be found anywhere in the dictionary.

29. It's less than half an hour before midnight (as I am writing now). And it's gonna be February already!

30. So I have to cancel my plan to name every single person I want to apologize from due to an unavoidable time constraint that restricts me from going on with the initial plan.

31. At least, let me mention here that I am highly indebted to those of you who are reading now and you know who you are.

32. You know really well that I have fallen short in many ways and I always fail badly when it comes to relationship. I think I may be the worst friend or company anyone would ever have. Really.

33. Dear one who reads this, just wanna say I am sorry and I love you.


34. Just before I end, my final reminder would be this. We may judge the world most of the time through what we may see with the limited senses we have- so it may be half true, rather than absolutely true.

35. My confession and effort to apologize here is especially directed towards those who have always had good and well impression about me.

36. Thank you very much but by the name of Allah, who alone owns my very weak soul, I may not be like what you really think I am.  

37. My prayers to Allah that any good thought people have about me will not be a cause to my destruction nor a cause to my being forgetful of His infinite favors upon me ameen ameen ya Rabbal 'alamiinn..

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

"O Allah, please do not punish me for what they say about me, make me good and well like what they assume me to be, and please forgive me for what they do not know and have no knowledge about."
Read more "2013: A Year of Rectification"

Wednesday, January 23, 2013

Cermin


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.

1. Berapa ramai yang cermin muka setiap hari, tapi tak pernah cermin akhlak?



2. Yang cantik itu ada dua aspek. Satu pada fizikalnya. Kedua pada sikap dan tingkah lakunya.

3. Ada yang cantik tapi menggedik-gedik.

4. Ada yang sederhana tapi menyejukkan mata. Kalau yang seksi harganya murah dek kedapatannya yang merata-rata.

5. Bercakap mengenai cermin, satu bentuk falsafah atau cara faham yang saya suka nukilkan adalah tentang perlunya orang di sekitar kita untuk menegur dan menasihati kita. Dan di sekitar kita tak semestinya orang.

6. Hari ini jika kita bangun dari tidur rambut kusut masai maka yang menegur kita ialah si cermin yang tak bersuara.

7. Melaluinya kita melihat susunan rambut yang seperti diribut lalu kita urut menjadi kemas tak patut.

8. Namun cerminan diri bukan hanya berbentuk fizikal.

9. Masyarakat sekeliling kita juga adalah cermin sosial yang berkata dalam bisu.

10. Pernah tak si jelek melihat cermin lalu mengejek diri sendiri akan dia yang jelek? Adakah matanya tak celik?

11. Begitulah ku percaya kehidupan ini.

12. Ada benarnya keberadaan orang yang buruk di sekeliling kita itu adalah tanda dari Ilahi bahawa yang buruk itu sebenarnya kita. 

13. Bagaimana ya?

14. Dua caranya.

15. Pertama: Jika kita melihat orang melakukan kesilapan, kenapa tidak terlebih dulu terbit di fikiran mungkin aku juga sedang melakukan perkara yang sama?

16. Contohnya bila hari ni orang memaki hamun kita lantas daripada membalas dengan hamun bertimbun-timbun, cuba jentik hati dan persoalkan, mungkin ini balasan kerna aku juga pernah memaki hamun orang di sinun?

17. Cermin ini mengingatkan kita, bahawa buruknya orang itu adalah kerana berpunca daripada keburukan kita dahulu. Perlu diubah, benar, tapi ubahlah yang paling dekat dulu. Siapa yang lebih dekat dengan kita jika tidak diri sendiri?

18. Cara kedua: Cermin kotor menjadikan wajah yang melihatnya turut kotor.

19. Betulkan cara kita melihat dan menilai alam sekeliling. Kadang-kadang yang buruknya bukanlah permandangan, tapi mata yang memandang, atau cermin mata yang bersalut arang.


20. Cermin juga mengingatkan kita pada wajah.

21. Diciptakan wajah kita seiras dengan ibu dan bapa kita, kerna di mana pun kita berada, melihat wajah di cermin mengingatkan kita pada bonda dan ayahanda tercinta.

22. Demikian juga jika panjang umur kita semakin tua dan keduanya sudah tiada, wajah kita yang berkerut dan berusia tidak kurang irasnya dengan bonda dan ayahanda. 

23. Lantas hati yang sayang akan timbul rasa rindu yang mendalam terhadap orang yang di hati sentiasa bertandang.

24. Kata orang juga, si suami dan si isteri, jika ngam dan intim, suatu masa akan menjadi iras-iras mukanya, cara senyumnya, cara marahnya, sama dan serupa, tanda rumah tangga bahagia.

25. Demikian juga bila dikurniakan cahaya mata. Si anak mengingatkan isteri pada suaminya dan si anak mengingatkan suami pada isterinya. Kasih dan cinta pada wajahnya.

26. Moga cermin-cermin di dunia ini menjadi asbab kita melahirkan dan menzahirkan kasih sayang insya Allah.

27. Siapa yang rasa saya hensem, sila buat pemeriksaan mata. Siapa rasa saya tak hensem, sila buat pemeriksaan hati (jiwa). Sekian.

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.
Read more "Cermin"

Friday, December 28, 2012

Teka-Teki Dalam Al-Quran


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.


1. Apa khabar semua?

2. Insya Allah, dengan nikmat kesihatan yang ada, ucapkanlah Alhamdulillah.

3. Kali ini saya akan berkongsi satu kisah teka-teki istimewa yang diambil daripada Al-Quran.

4. Perkongsian ini berdasarkan video Ustaz Nouman Ali Khan di laman berikut: Two Riddles

5. Teka-teki ini terdapat dalam Surah Al-Kahf, satu surah yang digalakkan oleh Nabi SAW untuk dibaca pada setiap hari Jumaat, hari kebesaran kita umat Islam.

6. Ia berkenaan kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidr (yang Allah SWT sebut sebagai seorang hamba dalam kalangan hamba-hamba-Nya).

7. Untuk memahami latar belakang kisah mereka, boleh rujuk ayat 65-78 dalam Surah Al-Kahf.

8. Pun begitu, izinkan saya menceritakan secara ringkas latar belakang cerita ini.

9. Setelah mendapatkan keizinan, Nabi Musa mengikuti Nabi Khidr untuk mempelajari ilmu dan petunjuk daripadanya.

10. Namun ia bersyarat. Nabi Musa AS tak dibenarkan bertanya apa-apa pun soalan sehinggalah Nabi Khidr sendiri yang menerangkan tentangnya.

11. Namun, Nabi Musa tak mampu bersabar dan setelah kali ketiga dia bertanya soalan tentang tindak-tanduk Nabi Khidr, Nabi Khidr pun menerangkan tentang tindakannya dan mereka pun berpisah di situ.

12. Tiga perkara inilah yang menjadi teka-teki yang kita akan bincangkan hari ini.

13. Menariknya, bukan hanya soalannya yang menjadi teka-teki. Bahkan jawapan dan penerangan Nabi Khidr pun ada teka-teki yang cukup menarik untuk dibongkar bersama-sama!

14. Pertama: Nabi Khidr telah membuat lubang diperahu yang mereka naiki. Tanya Nabi Musa AS, adakah engkau berniat menenggelamkan penumpangnya?


15. Kedua: Lalu mereka terus berjalan sehingga mereka berjumpa dengan seorang anak muda dan Nabi Khidr membunuh anak muda itu. Tanya Nabi Musa AS, mengapa engkau membunuh jiwa yang bersih, dan bukan kerana dia (anak muda) membunuh orang lain?

16. Ketiga: Mereka terus berjalan sehingga sampai ke satu negeri, dan melihat dinding sebuah rumah yang hampir roboh, lalu Nabi Khidr menegakkannya semula. Lantas berkata Nabi Musa AS, kalau kamu mahu, kamu boleh minta imbalan (upah) dari apa yang kamu kerjakan itu.

17. Itulah kali ketiga Nabi Musa AS tak mampu bersabar, maka akhirnya mendapat penjelasan teka-teki yang bermain di fikirannya namun terpaksa berpisah dengan Nabi Khidr.

18. Saya akan nyatakan di sini ketiga-tiga jawapan kepada teka-teki ini yang sebenarnya sudah terdapat dalam Al-Quran yakni dari ayat 79-82.

19. Cuma, yang mungkin kita tak sedari, dalam jawapan kepada teka-teki itu pun ada teka-teki!

20. Mari kita bongkar bersama-sama kecantikan Al-Quran di sini.

21. Sebelum itu, kita sedia maklum bahawa Nabi Khidr diberi ilmu oleh Allah SWT yang tak diketahui oleh Nabi Musa AS sendiri, sebab itu tindakan Nabi Khidr dipersoalkan oleh Nabi Musa AS, kerana pada pandangan mata kasar dan pengetahuan Nabi Musa AS, tindakan itu tak wajar.

22. Kita juga harus memahami perkara ini dan muhasabah diri sendiri. Ada perkara di dunia ini yang pada mata kasar atau pengetahuan cetek kita, kita fikir baik, rupanya tidak baik. Demikianlah juga sebaliknya. Ada yang kita fikir tak baik, rupanya bermanfaat untuk kita.

23. Al-Quran ada menyebut tentang hal ini. Boleh rujuk Surah Al-Baqarah, ayat 216.

24. Baik, dalam penerangan terhadap ketiga-tiga tindakannya Nabi Khidr menggunakan KATA GANTI NAMA yang berbeza-beza! Biar saya terangkan.

25. Inilah teka-teki yang cukup unik.

26. Dalam situasi pertama, apabila perahu yang dinaiki dilubangi Nabi Khidr, kata Nabi Khidr, Aku yang berkehendakkan untuk melubanginya. Kata ganti nama yang digunakan ialah Aku.


..aku berkehendakkan...

27. Sila rujuk ayat 79. Dijelaskan oleh Nabi Khidr bahawa tujuan tindakannya itu adalah untuk menyelamatkan perahu itu daripada dirampas oleh seorang raja (jika digunakan).

28. Dalam situasi kedua pula, Nabi Khidr menggunakan perkataan Kami berkehendak membunuh anak muda tadi.

....Kami berkehendakkan...

29. Kenapa? Kerana anak muda ini kafir dan dikhuatiri bahawa dia akan memaksa kedua orang tuanya ke arah kesesatan dan kekafiran juga. Malah disebut bahawa Allah SWT akan menggantikan dengan seorang anak yang lebih baik kesuciannya dan kasih sayang kepada orang tuanya.

30. Sila rujuk ayat 80 dan 81.

31. Akhir sekali dalam situasi ketiga, kata ganti nama yang digunakan ialah Tuhanmu yang berkehendakkan yang demikian. Dengan kata lain, tindakan menegakkan semula dinding yang roboh itu dinisbahkan kepada kehendak Allah SWT.

....Tuhanmu menghendaki...

32. Sila rujuk ayat 82 untuk kalimah tersebut.

33. Dinding rumah yang ditegakkan semula itu adalah milik dua orang anak yatim yang tersimpan bagi mereka harta. Ayah mereka insan yang soleh, dan ketika mereka dewasa kelak, mereka boleh mengeluarkan simpanan harta mereka yang terselamat itu.

34. Kenapa Nabi Khidr tak sebut 'Aku menghendaki untuk melakukan sekian-sekian' dalam ketiga-tiga situasi di atas? Kenapa perlu bertukar-tukar kata ganti nama?

35. Untuk menjawab persoalan ini, kita perlu faham bahawa terdapat dua bentuk realiti di dunia ini yakni internal reality dan external reality.

36. Hakikatnya, semua internal reality  itu baik belaka kerana semuanya berlaku atas kehendak Allah SWT. Sama keadaannya seperti ketiga-tiga situasi di atas. Ada hikmah yang baik (internal reality) di sebalik apa yang berlaku.

37. Pun begitu, ada perkara yang pada external reality yakni pada pandangan mata kasar dan pengetahuan cetek kita yang kita tak mampu nilai sama ada sesuatu perkara itu benar-benar baik atau tidak.

38. Mari kita nilai semula cerita di atas. Dalam situasi pertama, membocorkan perahu pada pandangan external reality  adalah satu perkara yang buruk. Sebab itu Nabi Khidr menggunakan perkataan Aku, supaya perkara buruk itu disandarkan pada dirinya sendiri!

39. Dalam situasi dua pula, Nabi Khidr menggunakan Kami, kerana ada dua external reality di sini, satu buruk dan satu lagi baik. Pertama, membunuh anak muda. Kedua, anak yang lebih baik akan diberikan kepada orang tua tadi. Maka perkataan 'Kami' digunakan merujuk kepada Nabi Khidr dan Allah SWT.

40. Keburukan membunuh itu disandarkan pada Nabi Khidr, manakala pemberian anak yang lebih baik pula disandarkan kepada kehendak Allah SWT!

41. Akhir sekali, dalam situasi ketiga, menegakkan dinding rumah yang hampir roboh, pada external reality langsung tiada apa-apa yang buruk padanya. Sebab itu Nabi Khidr terus menisbahkan tindakan itu kepada kehendak Allah SWT!

42. Subhanallah!

43. Demikianlah cukup cantik teka-teki dalam Al-Quran.

44. Maka, sempena hari Jumaat yang mulia dan penuh berkat hari ini, marilah sama-sama kita menghargai nikmat mukjizat Al-Quran dengan membaca dan memahaminya.

45. Sunnah Nabi SAW membaca Surah Al-Kahf sebagaimana hadis dalam gambar rajah berikut:

46. Semoga bermanfaat dan sama-sama kita hayati dan kongsikan!



47. Mohon doakan kebahagiaan saya dan keluarga di dunia dan akhirat. Ameen ya Rabbal 'alamin.

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.
Read more "Teka-Teki Dalam Al-Quran"

Friday, December 21, 2012

Hijrah Maghfirah


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.


1. Maghfirah (keampunan) ialah salah satu pemberian Allah SWT yang TERBESAR.

2. Bayangkan jika hari ini seorang lelaki yang hidup 50 tahun tanpa iman dan Islam, tapi akhirnya memeluk agama Islam, semua dosanya dihapuskan dan dia ibarat seorang bayi yang baru dilahirkan.

3. Sungguh, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. Al-Ghafur wa Ar-Rahim.

4. Kita yang mengaku hamba Allah, ditegah sama sekali berputus asa daripada kasih sayang Allah.

5. Firman Allah SWT:


6. Maksudnya, Katakanlah (Muhammad). "Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampau batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa SEMUANYA. Sungguh, Dialah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(Surah Az-Zumar, ayat 53)

7. Setiap orang melakukan kesilapan. Kesilapan memerlukan keampunan dan kemaafan.

8. Walaupun mungkin ada antara kita yang sukar memaafkan orang lain.

9. Menariknya juga, ada yang cukup baik hati cukup mudah maafkan orang lain, tetapi masalahnya ialah bila sangat susah maafkan diri sendiri. 

10. Ringkasnya, maafkanlah diri sendiri. Jangan siksa diri dengan emosi yang tak langsung membawa kebaikan kepada kita. Jika kita tak mampu juga, yakinilah bahawa Allah mampu. Pintalah daripada-Nya.

11. Dalam kita berhijrah, mulakanlah dari dalam. Dari hati. Qalb.

12. Dan berilah peluang kepada orang lain untuk turut sama berhijrah.

13. Adakah wujud spesis manusia yang tak senang duduk jika semua manusia di dunia ini diciptakan baik dan sempurna?

14. Kerana tiada lagi 'MODAL' untuk bersuara dan berkata-kata tentang orang.

15. Bukan salah menegur. Tapi jangan senang dalam menegur. Seolah-olah best  bila ada orang yang nak ditegur.

16. Kita menghendaki kebaikan kepada orang, bukan sebaliknya.

17. Bantu-membantulah memberi semangat agar kita semua berkejaran ke arah kebaikan. Tanpa ada yang tersadung jatuh dalam larian.

18. Jangan sombong kerana sempurna. Atau tersalah anggap kononnya sempurna.

19. Kerana sangkaan sempurna inilah yang mendorong Firaun sanggup mengaku Tuhan. Sehingga ke tahap itu. Na'uzubillah.

20. Saya akhiri dengan satu metafora untuk renungan bersama.

21. Bayangkan hari ini anda berjalan-jalan di tepi sebuah sungai yang mengalir deras.

22. Lalu kelihatan seseorang terkapai-kapai lemas di tengah-tengah arus meminta tolong.

23. Anda perlu selamatkan dia.

24. Justeru, adakah anda akan cuba mencebok air sungai itu sehingga ia kering?

25. Atau meludah ke dalamnya sehingga air sungai itu melimpah ke darat bersama-sama yang lemas tadi?

26. Mungkin dua-dua bukanlah caranya.

27. Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

Read more "Hijrah Maghfirah"

Friday, November 30, 2012

Process Vs Result


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.

1. One of the companions of Nabi SAW, Abdullah Ibn Umar, took 14 years to memorize Surah Al-Baqarah. 

(Take note that Arabic language, the language of the Quran, is also the language of him, may Allah be pleased with him. But how could he take so long?)

2. By comparison, we have many non-Arabs nowadays who can take less than that long period, yet not only memorize Surah Al-Baqarah but the entire Quran?

3. Subhanallah, this is the emphasis of today's article. 

4. Abdullah Ibn Umar took so long because he lived with what he memorized.

5. He would not proceed to the next ayat (verse) until he made sure that Al-Quran became alive to him and in fact, his second nature!

6. Like the method of other companions (sahabah), he would take only 10 ayaat at a time.

7. Then he would study the eeman, the ilm (knowledge), the halal and haram in these ayaat.

8. May Allah make all of us the knowledge seekers who have the same characteristic like him ameen.

9. In life today, we have many people around us that we look up upon.

10. We want to be like them. They are our inspirations.

11. But many times, we miss one important point.


12. We only look at what these people have achieved, but not what they had to go through before they attained the results!

13. We are impressed with the result, but forget the process.

14. Take the story of Sultan Muhammad Al-Fatih for instance, and let's put this in a very brief manner.

15. It is not suffice to only be proud of how he took back Constantinople.

16. Instead, we should learn from what he constantly did in his lifetime, most notably the night prayers (qiyammullail).


17. This is the process. Result comes next.

18. Not to forget, he was young when he led his victorious team of warriors into Constantinople.

19. To young men, this means that we have to start early. To aged people, you have your children to groom and take care of.

20. Before I end, let me relate this with what we have now.

21. Again and again, I would take a stand of giving my full support to people who have this noble effort to boycott the notorious Zionists economically, in what ever way possible.

22. But the destruction of Zionist is not a process. It is a result.

23. And that result is only achieved through a relevant process.

24. The process is to build back the strength of ummah through knowledge.

25. Arguably, the most important knowledge in this era where globalization has made all data and information accessible from anywhere at anytime, is the knowledge of akhlak.

26. Let us begin by boycotting the inner self that promotes disunity and hatred amongst us.

27. Let us not bring the issue of people lining up to Mc Donald, but give our best to help people line up to mosque, to academic events and many other things we deem useful for the building of a knowledgeable ummah.

28. Like I once mentioned in my previous article, let us cheer, not jeer.

29. To end, after all, it is always the same, that what ever we go through on earth, it is only a means, a process, because the result is not here, it is in the Hereafter.

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

Read more "Process Vs Result"

Thursday, November 22, 2012

Facebook Punca Masalah Rumah Tangga


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.

1. Atas permintaan mak sedara, saya dapat menyiapkan powerpoint slides berkenaan isu Facebook sebagai punca keretakan rumah tangga. Alang-alang dah buat ni, eloklah rasanya saya kongsikan di sini slides tersebut untuk manfaat rakan-rakan semua, jika berminat.

2. Saya sediakan beberapa contoh slides di bawah untuk sekadar preview manalah tahu daripada situ ada yang berminat untuk membuat rujukan. Boleh muat turun dari link ini. Jika ada masalah teknikal tak dapat download, tolong maklumkan pada saya di emel jako_imp[at]yahoo.com, insya Allah saya emelkan secara peribadi kepada saudara/ri dalam bentuk attachment.

3. Untuk makluman sahabat semua, blog ini menyediakan banyak lagi perkara lain yang saya simpan di internet untuk dimuat turun oleh kalian secara percuma. Boleh tengok dengan melawat laman Freebies blog saya di sini.

Sekian sahaja. Mohon doakan subjek ketiga saya besok (Jumaat,23 November) untuk peperiksaan akhir. Moga Allah permudahkan saya melanjutkan pelajaran saya dalam perakaunan professional yakni ACCA kelak. Ameen.. =)







Read more "Facebook Punca Masalah Rumah Tangga"

Tuesday, November 20, 2012

NAMAKNA: Antara Nama dan Makna


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.

Baca Al-Quran dan fahami maknanya..
1. Kata William Shakespeare dalam Romeo and Juliet, "Ada apa pada nama? Kalau bunga mawar dipanggil dengan nama selain mawar, baunya masih harum."

2. Ustaz Pahrol Mohd Juoi pula pernah menyebut bahawa, dalam kita sibuk menghafal nama-nama makanan, orang lain sudah pun lama merasai kesedapannya!

3. Mudahnya, kalau kita bercakap benar, perkataan itu tetap benar biarpun orang memanggil kita dengan nama atau label penipu. (huraian kata-kata William Shakespeare)

4. Begitu juga ilmu, hafallah sejuta nama, maklumat mahupun data dan bertukar menjadi ensiklopedia, tidak ada gunanya jika tidak dipraktikkan dalam kehidupan. (huraian kata-kata Ustaz Pahrol)

5. Tumpuan sekarang adalah pada maknanya, bukan namanya. Makna ilmu terletak pada pengamalannya. Makna kebenaran terletak pada benarnya ia.

6. Dengan makna, nama akan muncul. Tanpa makna, nama sahaja tak bermakna dan tak berguna.

7. Kita kalah pada propaganda kerana tumpuan kita pada slogan dan kata-kata dan bukan maknanya.

8. Itulah cara kita ditipu. Kita melihat hanya kulit, bukan isinya. Masakan ada yang sanggup makan durian yang berduri, jika tak ada yang sanggup mengopek dan melihat isinya!


9. Dalam Al-Quran, Iblis melabelkan dirinya sebagai 'penasihat' kepada Adam AS, tetapi bukan nasihat yang diberi, hakikat makna nasihat itu ialah muslihat! Menjerat Adam dan Hawa supaya ingkar pada janji yang dibuat! 


10. Demikianlah dalam Surah Al-A'raf ayat 21 apabila iblis berkata, "....... Sesungguhnya aku adalah dari kalangan mereka yang memberi NASIHAT kepada kamu berdua."

11. Saya ingin menyentuh tiga perkara di sini.

12. Pertama, hari ini jika kita hanya beri tumpuan pada nama (dalam erti kata lain, istilah), maka semua orang Islam yang sembahyang akan masuk neraka kerana mereka telah menyembah Dewa yang benama Yang (sembahyang = sembah Yang) dan bukannya menyembah Allah SWT. Padahal 'sembahyang' itu hanya satu istilah, kalau tak suka guna je 'solat', tak perlu pening kan?

13. Begitu juga dalam isu penggunaan ejaan insha Allah yang masih menjadi bualan ramai orang Islam sekarang. Mujurlah banyak pihak mula bangkit memberi penjelasan.

14. Yang penting bukan ejaan, tetapi cara sebutan, dan yang lebih penting, makna insha Allah itu sendiri!

15. Insha Allah itu ertinya 'dengan izin Allah'. Tapi isu ini tak berhenti di situ. Buat ramai antara kita, insya Allah adalah perkataan yang digunakan oleh orang yang nak kata 'tidak' dengan cara yang 'sopan dan lemah lembut'.

16. Maksudnya, kalau kita mintak tolong orang, lalu dia membalas insya Allah, maknanya tak akan tolong la jawabnya.

17. Padahal penggunaan insya Allah ini sebenarnya besar maknanya buat orang Islam jika diteliti maknanya yang sebenar. Dan asal perkataan dan penggunaan insya Allah sebenarnya ada dalam Al-Quran! Rujuk terjemahan Surah Al-Kahfi, ayat 23-24. Lebih baik juga rujuk tafsirannya dalam Kitab Tafsir.

18. Moga Allah membantu saya dan rakan-rakan menjadi insan yang mengotakan janji dan memaknakan frasa insya Allah sebaik mungkin ameen.

19. Kedua, tentang isu Gaza dan pemboikotannya.

20. Suka saya syorkan rakan-rakan baca artikel Ustaz Hasrizal berkenaan dengan isu ini.

21. Penyelesaian isu Gaza bukan letaknya pada pemboikotan, tapi itu adalah usaha mulia yang wajar disokong.

22. Pun begitu, mengapa usaha memboikot ini akhirnya menjadi punca umat Islam berbalah sesama sendiri? Atau saling perli-memerli?

23. Padahal perkara nombor satu yang diperlukan umat Islam dalam isu Gaza adalah kesepakatan dan perpaduan. Kita nak membantu Gaza. Tapi Zionis tersengih melihat kita bergaduh tentang nak boikot atau tak nak.

24. Yang memboikot teruskanlah. Pastikan ikhlas di hati, buka hanya di laman sosial.

25. Buat yang tak nak boikot, tak perlulah perlekehkan usaha ini.

26. Dan paling penting, yang memboikot janganlah paksa orang untuk turut sama boikot.

27. Jika kita sibuk membuat kebajikan, nescaya kita tak sempat mengorek kelemahan orang.

28. Ibarat kalau kita sedang menyokong pasukan bola sepak yang kita sokong, kita hanya perlu cheer, tak perlu jeer.

29. Inilah tumpuan pada makna dan maksudnya. Mencari sebab untuk bersatu, bukan jadi hantu.

30. Akhir sekali, saya ingin ajak sekali lagi semua orang membaiki hubungan kita dengan Al-Quran.

31. Pada namanya, mungkin ia hanya untuk dibaca, tapi maknanya sebagai wahyu Allah SWT tiada tandingan sama sekali.

32. Bukan saya menentang penggunaan nama, bahkan saya pun bernama.

33. Cuma persoalan sekarang ialah, kita tumpukan yang mana?

34. Hadirkanlah makna dalam setiap nama.

35. Benarlah. Jika nama lahir tanpa makna, maka NAMAKNA akan menjadi NO MAKNA. ;-)

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

Al-Quran mengajar manusia MAKNA hidup... ;-)
Read more "NAMAKNA: Antara Nama dan Makna"

Sunday, November 18, 2012

Al-Quran Sebagai Pendinding


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.


1. Kawan-kawan sudah ramai yang tahu kisah saya yang beralih angin daripada ijazah perubatan (MBBS) kepada perakaunan yang saya sedang buat di UiTM Shah Alam sekarang.

2. Bukan mudah berubah. Apatah lagi apabila bukan itu yang dirancang. Namun, antara dua perkara yang turut membantu memberi semangat untuk terus kuat adalah seperti berikut.

3. Pertama, saya yakin bahawa bidang perakaunan jugak menjadikan saya seorang doktor. A financial doctor ;-)

4. Kedua, adalah niat yang saya simpan dalam hati untuk sekurang-kurangnya belajar (dan jika ada rezeki mendalami) ilmu perubatan Islam.

5. Lantas, saya ingin berkongsi sedikit input (berkaitan rawatan Islam) yang cukup baik melalui satu Forum Perdana di Masjid Negeri Shah Alam yang saya hadiri pada 17 November 2012, Sabtu yang lepas.

6. Tajuk forum itu ialah (lebih kurang) Anugerah Al-Quran Dalam Memberi Kedamaian, Untuk Kecerdikan Anak-Anak dan Kemurahan Rezeki.

7. Dua tokoh ahli panel adalah yang tidak asing lagi iaitu Ustaz Kazim Elias dan juga Ustaz Sharhan Shafi'e.

8. Perkongsian ini adalah doa-doa daripada Al-Quran yang boleh menjadi penawar untuk kita semua insya Allah.

9. Saya akan kongsikan tiga doa beserta tujuan dan cara pengamalannya. Tapi sebelum itu, suka saya kongsikan satu cerita yang cukup menarik diceritakan oleh Ustaz Sharhan Shafi'e.

10. Tentang seorang makcik yang bertemu dengannya dan memberitahu bahawa dia sudah menyimpan satu azimat bersamanya sejak tahun 1965 dan tak pernah membukanya.

11. Dia mendapat azimat dalam bentuk bungkusan itu daripada seorang bomoh yang kini sudah pun lama meninggal dunia.

12. Kata makcik itu, tak boleh buka bungkusan kain itu atau akan mati.

13. Sampaikan Ustaz Sharhan nak buka pun dia tak bagi, takut-takut mati pulak Ustaz Sharhan.

14. Namun kata ustaz, mati itu di tangan Allah!

15. Lantas apabila digunting, lapisan demi lapisan, cuba teka apa yang ada dalam bungkusan itu kawan-kawan?

16. Kulit khinzir (babi)!

17. Subhanallah wana'uzubillah!

18. Bayangkan apa status solat dan ibadah makcik ni yang sejak tahun 1965 berdampingan dengan kulit khinzir!

19. Ustaz jelaskan tentang bahaya ditipu oleh bomoh palsu macam ni.

20. Maka perlu ada kesedaran mencari penawar yang betul, dengan cara yang betul dan daripada orang yang betul, tanpa ada walaupun sekelumit unsur syirik!

21. Cukup sekadar tu. Berikut ialah doa yang saya nak kongsikan daripada Ustaz Sharhan Shafi'e.

22. Doa yang pertama terdapat dalam Surah Al-Anbiya' ayat 83:

Maksud ayat: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), Sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
23. Sila baca keseluruhannya. Ketika ustaz mengajar kami membaca doa ini, diminta kami meletakkan tapak tangan kanan di atas dada tempat letaknya jantung. Perhatian: Sangat disarankan rujuk tafsir Al-Qurtubi tentang ayat ini untuk mendalami lebih lanjut Kisah Nabi Ayub.

24. Doa ini ialah doa Nabi Allah Ayub AS yang ditimpa penyakit yang cukup berat. Subhanallah, Nabi Ayub AS tak pernah mengeluh, malah memuji Allah SWT dalam doa ini.

25. Doa ini adalah setelah Allah memberi jaminan akan memakbulkan doa Nabi Ayub AS. Boleh dibaca sekali setiap selepas satu waktu solat (yakni 5 kali sehari) atau terus baca 5 kali sekaligus selepas Solat Subuh, atau 5 kali sekaligus selepas Solat Isyak.

26. Niatkan untuk mendapat kesembuhan penyakit daripada Allah SWT. Insya Allah maqbul, sebagai penawar kepada penyakit rohani mahupun jasmani.

27. Resepi yang paling penting ialah YAKIN!

28. Doa yang kedua terdapat dalam Surah Hud, ayat 57:

Maksud ayat: Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
29. Kata ustaz, doa ini sebagai pendinding dan pelindung kita semua termasuk untuk ahli-ahli keluarga.

30. Boleh diamalkan juga selepas solat seperti doa pertama tadi.

31. Akhir sekali, kata ustaz, orang yang kena histeria ni, jin tu duduk di belakang dia.

32. Jadi cara untuk merawat sebenarnya cukup mudah.

33. Baca 'Bismillahi Masha Allah' sambil genggam tangan kanan, kemudian tiup atas tapak tangan dan tepuk atas belakang pesakit histeria tadi. Insya Allah, moga dengan izin-Nya, pesakit akan sembuh atau sedar.

34. Sekian sahaja untuk kali ini. Jika ada kelapangan, boleh jenguk satu coretan saya beberapa bulan yang lepas bertajuk Tuhan Vs Hantu.

35. Semoga anda semua mendapat manfaat dan ingatlah, ilmu ini tiada guna tanpa amalan. Hafallah doa-doa di atas, dan lazimi dalam kehidupan. Moga kerana istiqamahnya amalan, ilmu kita diberkati.

Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

AYUH MENJADI GENERASI AL-QURAN!




Read more "Al-Quran Sebagai Pendinding"

Saturday, November 17, 2012

The Heroes Conference 2012


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wbt.


1. Just last Tuesday (13th of November), I attended a conference in the International Islamic University of Malaysia (IIUM) with a friend from UiTM Shah Alam, Ammar.

2. The following will be some brief notes (in my own words) on several points I managed to write on some random papers I brought.

3. Firstly, during the time of companions, there was no gap between acquiring knowledge and practicing it.


4. Separating knowledge and actions is an act of the hypocrites (may Allah protect us).

5. This is very essential as many people nowadays only do 'fatwa shopping' due to easy access of knowledge we have nowadays.

6. The problem is when we either don't practice it, quarrel with others without deep knowledge about it, or even to an extent that we role-play as an  'alim (a scholar) with it (may Allah protect us ameen).

7. The companions speak more through their character. This means that, even without saying much, the fact that they behave in the best of akhlak is a subtle and effective form of preaching to people around them.

8. When we make efforts to see the pious and knowledgeable amongst us to pray for us, it is good that we also make efforts to pray for ourselves.

9. Quran is a book of revelation that has transformed a society. It is time to reflect how much have we responded to the call of Quran and be touched or moved by the message that it carries.

10. Prophets sent down by Allah reminded their people and children over and over again about the danger (and the need to avoid) the sin of shirk i.e associating partners with Allah.

11. We also have other characters who practice the same advice like Luqman to his son.

12. Verily, avoiding shirk is the central theme of Quran and message of Islam.

13. There is no God worthy of worship except Allah SWT!

14.  In grave, the martyr (shaheed) will not be asked questions. A gift, huge enough if we understand how difficult is the phase of life in grave (may Allah make it easy for us ameen).

15.  During the time of Nabi SAW, even the two great superpowers namely the Roman and Persian did not rule (and were not able or not interested to rule) the Arabs.

16. But Nabi SAW, with the permission of Allah SWT has transformed the Arabic society which was known to be very aggressive and rough to the most loving one. He has changed the people who were the lowest of the low!

17. Verily he SAW is the true mercy from Allah SWT alhamdulillah, through whom we enjoy Islam and eeman until today.

18. One critical disease that befalls the ummah nowadays as described and prophesized by Nabi SAW is Wahn, which means to love dunya (this temporary world) but hate death (the gate to an eternal life).

19. Lastly, there is a profound ayah (verse or sign) in Surah An-Nisa':136 when Allah SWT says, "O you who believe, believe!"

20. It's like telling an already eating person to eat!
 
21. That is to emphasize that  even for the believers, Allah still remind them to believe! This means to believe as a true believer. Subhanallah, what a wonderful advice and dhikr for us!

22. Lastly let me end by doing two things.

23. First, I would like to share an article in Malay language I composed sometime ago with regard to being a hero. It's here.

24. Secondly, I shall end this one by typing down here what I wrote down as a note during the conference.

25. "Darkness does not exist. It's only a state when light is absent. Ignorance may as well not exist. It's only a state when knowledge is absent.

Seek knowledge. Practice it. The world will then be bright, with light, that's right!"

26. Thanks for your time guys. Take care and have your blessed weekends.
 
27. Wallahuaklam. Wassalamualaikum wbt.

P/S: Prayers for the people of Gaza! 

With Sheikh Imran Hosein early in the morning at IIUM. I thought he was one of the speakers but no, he wasn't.
Read more "The Heroes Conference 2012"

Followers

The Colours of Life

The Colours of Life
Picture taken on Syawal 1, 2009

THE BELOVED FAMILY-Hey, do the maths!

Dad: Mohd Hanaffi bin Hassin
Mom: Noorma bte Mamat

Siblings:

Mohd Ridzwan
Nurul Shuhada
Mohd Amirul Asyraf (blog owner)
Fatihah Sakinah
Nurul Ain Afifah
Ilyana Nazlin
Nur Amira Mawaddah
Mohd Aizat Aiman
Nur Anis
Mohd Amri Afiq